kabargamer – Transformasi besar Alter Ego di MPL Indonesia Season 16 nggak terjadi begitu aja. Di balik layar, ada sosok yang sabar banget merancang ulang fondasi tim, nyusun strategi, dan membentuk mental para pemainnya. Dialah Kenny “Xepher Sang Arsitek” Deo, mantan pemain Dota 2 yang sekarang jadi otak di balik kebangkitan Alter Ego di Mobile Legends: Bang Bang. Dari Dota 2 ke MLBB, perjalanannya bukan cuma soal ganti karier, tapi cerita tentang dedikasi, kecerdasan taktis, dan kemampuan adaptasi yang jarang banget ditemuin di dunia esports Indonesia.
Xepher datang bawa “angin segar”—filosofi modern, disiplin tinggi, dan strategi yang fresh banget buat Alter Ego. Hasilnya? Dramatis. Alter Ego yang sempat kesulitan konsisten, berhasil tembus Grand Final MPL Season 16 dan amankan tiket menuju M7 World Championship. Yuk, kita ulik perjalanan Xepher, gaya kepelatihannya yang unik, dan dampak transformasinya di Alter Ego.
Dari Legenda Dota 2 ke Strategis MLBB: Perjalanan Baru Sang Pelatih

Nggak banyak orang di esports yang bisa pindah game begitu aja, apalagi dari Dota 2—game kompleks penuh mekanik dan strategi—ke Mobile Legends yang punya tempo dan meta beda. Tapi Xepher buktiin kalau pola pikir pemenang dan pemahaman esports yang dalam bisa jadi jembatan buat sukses di game apa pun.
Awal Karier di Dunia Dota 2
Buat penggemar Dota 2 Indonesia, nama Xepher Sang Arsitek nggak asing lagi. Dia legenda—salah satu pemain paling berbakat dan dihormati. Pernah bela Geek Fam, T1, dan ikut berbagai turnamen internasional. Pengalaman menghadapi tim top dunia bikin dia disiplin, punya visi permainan tajam, dan pemahaman taktis yang sulit disaingi.
Yang bikin Xepher beda bukan cuma skill mekanik, tapi juga cara mikirnya yang analitis dan strategis. Bekal ini jadi modal penting saat ia mutusin pindah haluan.
Pensiun dan Mencari Tantangan Baru
Setelah bertahun-tahun di Dota 2, Xepher pensiun. Tapi semangat kompetitifnya nggak padam. Dia justru cari tantangan baru, sesuatu yang bisa nguji kemampuan dari sisi berbeda. Mobile Legends, yang lagi booming di Indonesia dan Asia Tenggara, jadi pilihan. Xepher lihat peluang besar dari sisi perkembangan game dan persaingan kompetitifnya.
Transisi ini nggak gampang, jelas. Tapi Xepher serius banget: belajar hero, nonton ratusan jam rekaman pertandingan, analisis pola draft, dan mempelajari gaya tim-tim top. Ia datang bukan cuma sebagai pemula, tapi sebagai analis haus ilmu.
Bergabung dengan Alter Ego
Akhir 2024 jadi momen penting saat Alter Ego rekrut Xepher Sang Arsitek. Keputusan ini terbilang berani—percaya sama orang yang latar belakangnya Dota 2. Tapi Alter Ego nggak lihat masa lalu, mereka lihat kapasitas. Dan ternyata, keputusan itu tepat banget.
Struktur, Mindset, dan Transformasi Alter Ego di Bawah Xepher
Begitu gabung, Xepher langsung bawa perubahan sistematis. Filosofinya sederhana: struktur dan mindset itu fondasi, skill mekanik cuma bonus. Tim yang disiplin, komunikatif, dan punya visi sama bakal lebih susah dikalahin, walaupun lawannya jago mekanik sekalipun.
1. Struktur Permainan yang Lebih Rapi
Gameplay Alter Ego jadi jauh lebih terorganisir. Xepher perkenalin sistem rotasi yang jelas, prioritas objektif yang konsisten, dan pola draft sesuai identitas tim. Nggak cuma mengandalkan agresivitas atau skill individu, setiap gerakan sekarang punya tujuan, setiap pick dan ban punya alasan.
2. Mindset Kompetitif yang Lebih Kuat
Xepher tegas, tapi adil. Dia nggak ragu menegur pemain yang lalai, tapi juga kasih apresiasi kalau mereka berkembang. Ia bantu pemain muda kayak Nino, Celiboy, dan Pai biar fokus ke proses, nggak cepat puas, dan siap mental menghadapi pertandingan besar. Bakat mereka nggak lagi ledakan spontan, tapi jadi senjata strategis.
3. Drafting Cerdas dan Adaptif
Drafting Xepher keren banget. Dia pelajari pola lawan, peta kekuatan dan kelemahan tim sendiri, dan berani ambil risiko dengan pick tak terduga. Alter Ego yang dulu gampang ditebak, sekarang jadi tim misterius. Bisa menang dengan komposisi standar, tapi juga bisa bikin lawan kaget dengan strategi off-meta matang.
4. Chemistry Tim yang Membaik
Xepher ngerti, tim kompak itu nggak cuma soal skill, tapi soal kepercayaan dan komunikasi. Ia juga jadi mediator, bikin atmosfer tim sehat, saling dukung, dan fokus sama tujuan bersama.
Misi Besar Menuju M7: Strategi Xepher Mengantar Alter Ego ke Level Dunia

Semua kerja keras itu terbayar di MPL Season 16. Alter Ego melaju ke Grand Final, kalahin tim-tim kuat kayak EVOS, dan yang paling penting, amankan tiket ke M7 World Championship.
1. Lolos ke M7: Target yang Berhasil Tercapai
Tiket ke M7 bukan keberuntungan. Semua hasil itu dari sistem Xepher: analisis mendalam, persiapan mental, sampai adaptasi pas turnamen. Alter Ego balik lagi jadi tim yang disegani, nggak cuma di Indonesia tapi juga internasional.
2. Strategi yang Terbukti Ampuh
Pendekatan Xepher: gabungin analisis meta global, manajemen rotasi pemain, dan eksplorasi hero pool. Berani eksperimen tapi nggak ceroboh. Kekalahan di Grand Final lawan ONIC nggak nutup fakta kalau Alter Ego udah di jalur yang tepat buat jadi top.
3. Perspektif dan Ambisi ke Depan
M7 buat Xepher bukan cuma ajang partisipasi. Ini kesempatan buktiin kalau Alter Ego bisa bersaing sama tim terbaik dunia. Dengan fondasi yang udah dibangun, nggak menutup kemungkinan Alter Ego bikin kejutan di panggung internasional.
Kesimpulan
Xepher bukti nyata kalau kepemimpinan dan pola pikir strategis bisa ubah segalanya. Dari pemain Dota 2 jadi pelatih MLBB, dia hadapi keraguan dan tantangan, tapi jawabnya lewat prestasi.
Di bawah kepelatihannya:
- Alter Ego balik kompetitif di papan atas MPL
- Pemain muda berkembang pesat secara taktis dan mental
- Strategi tim lebih matang dan variatif
- Alter Ego berhasil lolos ke M7 World Championship
Xepher bukan cuma pelatih—dia arsitek kebangkitan Alter Ego. Perjalanan masih panjang, tapi fondasi yang dibangun udah ubah wajah tim ini permanen. Kalau dalam waktu singkat bisa bawa Alter Ego sejauh ini, masa depan tim ini di tangan Xepher jelas cerah. Siapa tau, Alter Ego berikutnya bukan cuma peserta M7, tapi jadi juaranya.