Raja Sanhok Pada Masanya: BangPen Penguasa Bootcamp

Photo of author

By Yudi S

BangPen Menjadi Caster PINC

kabargamer.com – Nama BangPen a.k.a Raja Sanhok atau Filipus Fendi di dunia nyata, udah kayak lagu lama yang selalu enak didenger sama para fans PUBG Mobile Indonesia. Dia bukan cuma sekadar nama, tapi legenda hidup — salah satu sosok awal yang ngebentuk dunia gaming dan esports tanah air. Bayangin aja: content creator, caster dengan suara khas, plus pendiri tim esports Genesis Dogma, semua dikemas dalam satu orang. Tapi sebelum semua gelar keren itu nempel, ada satu ajang yang bikin namanya benar-benar melejit — PINC (PUBG Mobile Indonesia National Championship).

Dulu, PINC itu bukan cuma sekadar turnamen, tapi semacam festival besar buat komunitas PUBG Mobile Indonesia. Tempat di mana pemain pro dan amatir bisa unjuk gigi di panggung yang sama. Nah, di momen-momen panas penuh baku tembak itulah, suara BangPen mulai terdengar dan langsung jadi highlight. Dia bukan sekadar caster yang baca pertandingan, tapi jiwa yang bikin setiap match berasa hidup.

BangPen punya gaya nge-cast yang khas banget. Kalau caster lain sibuk bahas rotasi, loot zone, dan strategi kompleks, BangPen justru fokus bikin suasana seru. Gayanya enerjik, celetukannya random tapi ngena, dan dia ngerti banget ritme permainan. Satu kalimat lucu darinya bisa bikin penonton ngakak, bahkan di momen paling tegang.

Banyak orang ngaku, mereka pertama kali “jatuh cinta” sama BangPen bukan karena videonya di YouTube, tapi karena suara khasnya waktu nge-cast PINC. Dia kayak storyteller sejati — setiap duel di Erangel, Miramar, sampai Sanhok dia ubah jadi cerita penuh emosi. Setiap headshot, granat meleset, atau chicken dinner yang berhasil direbut, semuanya terasa punya makna. BangPen nunjukin kalau caster itu bisa jadi bintang juga, bukan cuma pelengkap pertandingan.

Berkembang Saat Stream/Ngonten di YouTube

Setelah sukses sebagai caster, BangPen lanjut buka kerajaan barunya lewat channel YouTube. Dari sinilah dia makin dikenal luas sama fans. Awalnya sih cuma upload cuplikan game atau momen lucu, tapi lama-lama channel itu tumbuh jadi “basecamp” komunitasnya sendiri.

Apa rahasianya? Simpel: dia jadi dirinya sendiri. Nggak dibuat-buat, nggak sok lucu. Di tiap stream, BangPen tampil santai, spontan, dan apa adanya. Kalau menang dia teriak lepas, kalau kalah ya ngeluhnya juga lucu. Penonton nggak ngerasa nonton streamer, tapi kayak lagi nongkrong bareng temen lama.

Dan ngomongin BangPen, nggak lengkap tanpa nyebut julukannya — “Raja Sanhok”. Buat dia, Sanhok bukan sekadar map, tapi rumah kedua. Sedangkan Bootcamp? Itu tahtanya. Pemain lain kadang menghindari area itu karena chaos-nya luar biasa, tapi BangPen justru nyemplung dengan senyum lebar.

Dia hafal setiap sudut Bootcamp, tahu posisi rotasi terbaik, bahkan spot jebakan yang sering bikin musuh kecele. Banyak klip viral yang nunjukin gimana dia bisa ngelibas satu squad sendirian di area sempit. Julukan “Raja Sanhok” dan “Penguasa Bootcamp” bukan cuma sebutan iseng — itu bentuk penghargaan dari komunitas yang tahu betapa gilanya skill dia di sana.

Selain seru, konten BangPen juga punya sisi edukatif. Tanpa harus nguliahin penonton, dia sering nyelipin tips kayak cara milih senjata, strategi ngadepin late game, sampai menjaga mental biar nggak tilt. Banyak pemain pemula ngaku, mereka belajar banyak dari stream-nya. Jadi bukan cuma hiburan, tapi juga upgrade ilmu main PUBG Mobile.

Menjadi KOL PUBG Mobile dan Sempat Memiliki Tim E-Sports Sendiri

Nama besar BangPen nggak cuma berhenti di YouTube. Dia juga diakui resmi sebagai KOL (Key Opinion Leader) PUBG Mobile Indonesia — alias influencer resmi yang punya pengaruh besar di komunitas. Gelar ini bukan cuma formalitas, tapi bukti nyata kalau dia punya kontribusi besar buat ngehidupin ekosistem game ini.

Dan seperti nggak pernah puas berinovasi, BangPen bareng rekannya Grace Blessing mendirikan tim Genesis Dogma Esports. Tujuannya bukan sekadar cari juara, tapi ngebuka pintu buat talenta-talenta muda Indonesia biar bisa berkembang. BangPen turun langsung jadi mentor — bukan cuma ngajarin teknik, tapi juga mindset dan mental bertanding.

Genesis Dogma sempat jadi bahan pembicaraan di skena PMPL Indonesia. Walau masih tim baru, performanya langsung ngagetin banyak orang karena bisa bersaing sama tim besar. Sayangnya, seperti halnya dunia esports pada umumnya, roda kehidupan terus berputar. Tahun 2023 jadi titik perubahan besar saat beberapa pemain inti memutuskan keluar.

Tapi warisan BangPen nggak berhenti di situ. Langkahnya bikin tim esports jadi bukti kalau content creator bisa punya peran lebih dari sekadar entertainer. Dia buktiin passion di dunia game bisa beneran diubah jadi sesuatu yang berdampak buat komunitas.

Kesimpulan

Perjalanan karier BangPen bisa dibilang kayak film epik — penuh warna, perjuangan, dan inspirasi. Dari caster yang suaranya nempel di kepala penonton PINC, streamer yang bikin Sanhok berasa “rumah”, sampai pendiri tim esports yang bantu lahirkan pemain-pemain berbakat. Semua fase itu ngebentuk dirinya jadi legenda sejati.

Julukan “Raja Sanhok” bukan cuma soal peta, tapi lambang keberaniannya nguasai zona paling chaos dan bikin sejarah di sana. Dia buktiin kalau keberanian dan konsistensi bisa bikin nama seseorang diingat selamanya.

Meskipun meta game terus berubah dan map favoritnya mungkin udah bergeser, semangat BangPen tetap abadi. Dia udah ngajarin kita satu hal penting: di dunia yang keras kayak PUBG Mobile, skill aja nggak cukup — lo juga butuh hati dan kepribadian yang tulus buat terus berbagi tawa dan ilmu.

Seperti kata-kata khasnya,

“Main boleh kalah, tapi jangan pernah berhenti mencoba.”

Kalimat itu udah jadi semacam mantra buat para fans dan pemain. Karena pada akhirnya, BangPen bukan cuma ngajarin gimana caranya dapet chicken dinner, tapi juga gimana cara tetap semangat ngejar mimpi di dunia nyata.

Leave a Comment